Keunggulan Aplikasi Qlue dan CROP untuk Smart City Jakarta

Keunggulan Aplikasi Qlue dan CROP untuk Smart City Jakarta

Sama seperti yang ada di Bandung, Smart City Jakarta juga diluncurkan pada tahun 2014. Kemajuan akses serta kekayaan manfaatnya tidak terlepas dari 2 aplikasi penting, yakni Qlue dan CROP. Aplikasi Qlue dibuat sebagai media untuk menyampaikan aspirasi. Sedangkan CROP hanya bisa diunduh oleh aparat Pemprov. Berikut manfaat kedua aplikasi tersebut.

Bisa untuk Melaporkan Kemacetan

Bukan hal baru lagi jika membahas kemacetan yang terjadi di kota Jakarta. Setiap kali terbit hari baru, jalanan sudah ramai. Mulai dari fajar sampai malam. Kalau sudah mencapai titik kulminasi, seringkali ada laporan yang menyatakan, bahwa jalanan tengah “padat merayap”. Hanya dengan menggunakan aplikasi Qlue, Anda bisa menyampaikan aspirasi tentang ini.

Aplikasi Qlue bisa Anda unduh lewat Google Play Store. Tenang, fungsinya tetap bisa digunakan dan kompatibel untuk Android di beberapa versi. Mulai dari Android 8.0 atau Oreo hingga ke generasi di bawahnya. Laporan tentang kemacetan yang Anda sampaikan langsung terhubung dengan laman smartcity.jakarta.go.id serta CROP.

Mempermudah Penanganan Banjir

Prosesnya hampir sama dengan cara-cara penyampaian aspirasi tentang kemacetan. Bagi warga kota Jakarta, banjir yang terjadi ketika musim hujan tiba bukan hal baru lagi. Begitu seringnya banjir terjadi, para warga pun lebih siap ketika musibah tersebut bertandang. Namun berkat adanya aplikasi Qlue, Anda bisa menginformasikan lebih cepat.

Pemprov DKI Jakarta memiliki aparat-aparat tertentu yang menangani setiap masalah terkait. Misalnya untuk kemacetan, sudah ada aparat yang bertindak di jalan raya. Begitu pula yang menyangkut penanganan banjir. Konsep Smart City Jakarta betul-betul terealisasi berkat kerja sama dengan Lintasarta yang juga mengurus Smart City di kota-kota besar lain.

Mempercepat Perbaikan Jalan Rusak

Selain macet dan sering terendam banjir, kota Jakarta juga terkenal memiliki mobilitas yang tinggi. Banyak sekali warga yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan pakai transportasi umum seperti Busway atau Trans-Jakarta. Akibatnya, getaran yang terjadi secara intensif menimbulkan jalanan rusak dan membutuhkan perbaikan sesegera mungkin.

Akses transportasi sangat penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, Pemprov memberikan literasi terkait pemanfaatan aplikasi Qlue untuk melaporkan titik-titik jalan yang rusak. Biar bisa ditangani dengan cepat. Bagaimana pun, kalau jalanan rusak terjadi dan tidak segera diperbaiki, pasti banyak kalangan yang merasa dirugikan.

Menyediakan Informasi Ketersediaan Ruang Inap di Rumah Sakit

Kelebihan Smart City, khususnya aplikasi Qlue yang terintegrasi dengan CROP juga menyediakan fitur yang bermanfaat untuk kesehatan warganya. Hanya dengan menggunakan aplikasi Qlue, Anda jadi tahu berapa jumlah tempat tidur yang masih tersedia di suatu rumah sakit. Tentu rumah sakit yang ada di aplikasi sudah terdaftar di Pemprov.

Dengan pertimbangan seringnya terjadi kemacetan, tentu keberadaan aplikasi ini sangat membantu. Anda pun tidak perlu bingung dan repot menghubungi satu per satu rumah sakit yang menyediakan tempat tidur untuk menginap. Tinggal memantau apa yang ada di aplikasi, sudah ketahuan mana yang menyediakan.

Memiliki Lebih dari 500 Unit Kamera CCTV

Untuk memaksimalkan pemanfaatan aplikasi Qlue, Pemprov DKI Jakarta menyediakan setidaknya 500 unit kamera CCTV di beberapa titik kota. Tujuannya agar laporan terkait kemacetan, kebanjiran, dan sebagainya bisa ditampilkan langsung di Command Center. Kemungkinan besar akan bertambah mengingat Jakarta semakin aktif.

Proyek Smart City Jakarta berbuah manis dan mulai diikuti oleh kota-kota besar lain. Contohnya yang ada di Surabaya maupun Kota Batu. Untuk penerapannya, masing-masing pemerintah kota-kota besar tersebut menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Lintasarta. Bisa dibilang, saat ini Lintasarta merupakan yang terbaik di bidang ini.