Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi

Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi

Masa subur wanita sangat berkaitan erat dengan keberhasilan pembuahan. Agar cepat hamil, hubungan seksual sebaiknya dilakukan saat masa subur itu. Selain terjadi sebelum ovulasi dan saat ovulasi (puncak masa subur), masa subur bisa terjadi setelah menstruasi. Agar lebih tepat menghitung, ikutilah cara berikut ini bagi Anda yang siklus haidnya teratur.

  1. Mengetahui Kapan Haid Dimulai

Normalnya, siklus haid berkisar antara 21-35 hari yang terhitung dari haid hari pertama sampai haid pertama pada bulan berikutnya. Penghitungan pada siklus normal ini membutuhkan ketepatan agar bisa mengetahui masa subur yang tepat, terlebih untuk mengetahui masa subur setelah haid. Cara pertama untuk menghitung dengan tepat adalah harus mengetahui kapan haid dimulai.

Tanda haid dimulai adalah dinding rahim mengalami peluruhan dan sel telur yang tidak dibuahi menjadi rusak dan mati. Darah haid tersebut kemudian keluar dan prosesnya berlangsung kurang lebih selama satu minggu. Anda harus menandai dan ingat kapan hari pertama haid agar bisa digunakan sebagai dasar penghitungan masa subur setelah haid.

  1. Menghitung Masa Ovulasi

Seperti penjelasan di awal tadi, masa subur terjadi saat ovulasi yang menjadi masa puncaknya. Dalam kondisi normal, ovulasi yang merupakan proses pembentukan dan pematangan sel telur ini terjadi dalam kurun waktu 12-14 hari sebelum haid berlangsung.

Akan tetapi, pada siklus haid singkat akan terjadi hal berbeda. Proses ovulasi hanya terjadi dalam beberapa hari, bahkan di bawah 12 hari. Hal ini harus dipahami agar mengetahui lamanya ovulasi dengan tepat. Penghitungan masa ovulasi ini juga sangat penting untuk memudahkan ketika akan berhubungan intim pada masa subur ini.

  1. Memastikan Adanya Tanda-Tanda Ovulasi

Masa subur wanita yang terjadi pada masa ovulasi dapat ditandai dengan berbagai gejala fisik. Gejala yang lebih sering dialami adalah keluarnya cairan bening dari vagina, nyeri pada payudara, mulut rahim lebih terbuka, lebih sensitif, dan perut bagian bawah terasa nyeri. Pada beberapa wanita, gejala seperti pusing, mual, dan perut kembung akan dialami.

Berdasarkan peningkatan hormon, gairah seksual juga akan meningkat. Jadi, dalam masa ovulasi ini Anda bisa melakukan hubungan seksual bersama pasangan agar cepat hamil. Tanda ovulasi ini juga sangat membantu mengetahui masa subur setelah haid bagi wanita yang haidnya teratur, sehingga bisa kembali berhubungan intim di masa yang tepat agar segera hamil.

  1. Menghitung Masa Subur

Masa subur pada wanita dengan siklus haid teratur bisa dihitung setelah masa haid. Dengan mengetahui masa ovulasi, Anda bisa mengetahui masa subur setelah haid yang diprediksi terjadi sekitar 10-17 hari setelah menstruasi sebelumnya yang terhitung sejak hari pertama haid. Pembuahan dimungkinkan lebih berhasil jika berhubungan intim selama masa subur.

Penghitungan tersebut memang berlaku bagi wanita dengan siklus haid teratur. Akan tetapi, Anda yang siklus haidnya tidak teratur tidak perlu risau. Masa subur wanita dapat diketahui dari masa ovulasinya seperti yang dijelaskan di atas. Masa ovulasi ditandai dengan berbagai perubahan fisik yang selengkapnya bisa Anda ketahui lewat situs parenting.orami.co.id.